Postingan

Bye Banyuwangi

Gambar
Alhamdulilah, keluarga telah memberikan restunya. Akhirnya aku memang benar-benar harus kembali merantau dari kota tercinta ini. Berat, tapi mungkin memang ini siklus hidup yang harus aku jalani. Allah telah mengatur semuanya menjadi seperti ini. Banyuwangi. Kau memang tempat yang asyik untuk dihuni. Kau adalah daerah luar biasa yang saat ini menjadi jujugan hampir semua daerah di dalam negeri. Terima kasih atas kenangan yang telah kau berikan selama ini. Terima kasih telah menjadi tempat bagi Tara kecil yang dulu harus berjuang ekstra keras untuk mendapat sesuap nasi. Terima kasih atas keramahanmu dalam merawatku. Aku tidak bisa merasakan secara langsung bagaimana perkembangan pesatmu saat ini. Tapi percayalah, aku akan terus berjuang untuk selalu membawa nama harummu ke daerah-daerah yang masih buta terhadapmu. Aku akan terus mengenalkan budaya-budaya super menarik yang kita punya. Tenang Banyuwangi, sesekali aku akan kembali untuk sekadar menyapamu dan bertemu dengan keluarg...

Gelo!!!

Ancriittt!!!!! Dino-dino iki tambah megelno! Kok ndek endi-endi podo pamer wong tuwo seh? Kowe kabeh lak ngerti seh aku paling sensitif lek enek wong sok-sokan ambek wong tuweke. Kowe kabeh lak wes babon seh, kok sek ngempeng ae ndek ibuk bapakmu? Awakmu ngerti nggak lek aku paling nggak seneng enek arek pamer wong tuwek koyok awakmu kabeh? Ngempeng monggo, tapi ora perlu sampek ngundang-ngundang kamera, wartawan, reporter, lan liyo liyane. Terusno olehmu lek pamer-pamer. Aku ra pernah wedi duso lek aku bakal dadi wong paling iri ndelok awak-awakmu pamer ndek ngarepku. Gilo! Nggilani! Manja! Bocah! Cemen! Ojo pernah ngandani aku sing macem-macem. Omonganmu ndek aku ngongkon aku sabar, sabar, sabar, nggak semua....nggak telek-telekan,....kabeh ora mempan digawe aku. Ojo sok-sokan bijak ngandani aku. Wong awakmu dewe sek nyusu ae ndek mbokmu. Lek awakmu kabeh wes merasa dadi wong paling kuat, ayo operan urip piye?? Rek, tak kandani yoh... Aku iki iso apik lek...

Sedikit kecewa

Seharusnya nanti malam saya sudah harus berada di dalam bus dan melakukan perjalanan panjang nan jauh menuju barat. Positif. Saya harus menunda kepulangan ini hingga minggu depan. Padahal guru-guru di markas besar sudah menunggu dan menanyakan kabarku berkali-kali. Batuk, panas, pilek, pusing sudah membuatku berada di jalur demam tinggi. Mereka tanpa izin menyerang dengan sporadis hingga fisik saya yang tergolong kuat ini ambruk dibuatnya. Saya menyerah. Saya tidak mampu beraktifitas seperti biasanya setelah pak lek mengantarkanku kembali ke rumah. Baru hari ini saya sedikit dapat menggerakkan jari. Seperti biasa, di rumah ini saya kurang terurus. Rumah yang dulu menjadi kebanggaan keluarga kami, kini berubah menjadi neraka yang membuat saya kepanasan ketika memasukinya. Panas fisik maupun batin. Mbak dulu sangat perhatian dengan adik kandung yang tersisa ini. sekarang perhatiannya semakin terkikis dengan arus teman-teman di layar gepeng yang silih berganti datang. Mbak sekar...

KEMBALI KE MASA LALU

Seminggu yang lalu, kakak tercinta bercerita kepada saya. Ia menceritakan hasil obrolan bersama dengan teman-temannya yang saat ini merintis jalan keuangan, alias berwirausaha. Kakak saat itu mengatakan seperti ini. “ Awakmu ngerti Tar, koncoku kan ngerintis usaha pithik petelur yoh. De’e cerito kepiye susahe mbangun usahane. Eh moro-moro sak enake ngomong ngene ndek aku. ‘Koen enak Nu’ saiki, aku saiki mesti rutin merikso pithik-pithikku arep ngendog opo enggak. Aku lebih soro teko awakmu Nu’. Yawes Tar, langsung tak guyu ambek aku. Tak jawab ngene roh, ‘opo mbak? Sampean ngomong soroan sampean? Sampean umur piro mbak ngeladeni pithik ngendog? Buru umur pithulikur iki kan? Sampean ngerti? Aku mbak, mulai sak durunge sekolah aku wes ngurus jenenge pithik ngendog. Iki saksine, jentikanku loh. Adekku yo sek urip. Aku ndisek tiap isuk ambek umiku wes dikongkon ndelok silite pithik ambe jentikan iki mbak. Ngerasakne mangani pitik, bebek, angon wedhus, kabeh wes tak lakoni. Kejiret tampare...

Teruntuk Calon Istriku

Teruntuk calon istriku... Oh calon istriku, izinkalah diri ini untuk mengungkapkan isi hati. Percayalah, ungkapan ini bukanlah sekadar bualan atau promosi untuk memikat hati, melainkan ungkapan dari bagian terdalam di lubuk hati. Calon istriku, aku bukanlah seorang yang baik nan sempurna seperti yang kau bayangkan selama ini. Aku adalah seorang yang memiliki banyak kekurangan dan masih sangat jauh dari kesempurnaan. Terlepas dari itu semua, izinkan aku untuk mengunggkapkan misi yang harus aku jalankan ketika aku telah berhasil mempersuntingmu. Selalu bawa catatan kecil ini kelak ketika aku lupa. Selalu ingatkan aku akan misi ini setelah status halal terhadapmu aku miliki. Calon istriku, bersiaplah sebaik mungkin sebelum aku memintamu dari kedua orang tuamu. Persiapkanlah pemahamanmu tentang agama agar kehidupan rumah tangga kita kelak selalu terarah. Persiapkanlah kognisimu melalui pendidikan formal, nonformal, maupun informal agar rumah tangga yang kita bangun kelak sel...

KETIKA DIANA TIDAK SE-ASYIK DULU LAGI

Masih ingatkah kalian dengan Princess Diana? Atau tidak tahu? Bagi yang tidak tahu, saya anggap masa aktif kalian hidup kurang lengkap. Piss. Salah satu tokoh wanita terknal ini telah menjadi the most trending topic pada era 90-an. Putri Diana adalah putri kerajaan Inggris yang dinikahi oleh Pangeran Charles dengan gelar Her Royal Highness of Wales . Soal Sang Putri, pasti kalian yang telah ada di era 90-an telah mengetahui siapa beliau. Pada kesempatan ini, saya tidak akan menjelaskan secara mendalam tentang biografi beliau. Saya hanya akan memaparkan bagaimana sifat-sifat positif yang beliau miliki. Sebagai seorang putri kerajaan, Princess Diana atau populer dengan sebutan Lady Diana terlibat pula dalam kegiatan sosial, seperti kepedulian terhadap penyakit AIDS dan kegiatan kemanusiaan di India bersama Bunda Teresa. Ia merupakan sosok yang menyenangkan, lembut, dan peuh kehangatan. Putri Diana adalah sosok yang mewakili jiwa kerajaan yang merakyat. Putri Diana lebih bera...

Hari Ibu

Selamat hari ibu, Umi... Maafkan Tara yang hanya bisa menyampaikan pesan ini melalui sebuah tulisan. Tara masih terus belajar agar kita bisa bertemu secepat mungkin. Tara tidak akan pernah menyerah walaupun butuh satu ataupun puluhan tahun lagi untuk belajar agar kita bisa segera bertemu. Tara terlalu rindu dengan sosok Umi. Umi, orang-orang di dunia saat ini sedang berbahagia karena memperingati hari ibu. Izinkan Tara juga memperingatinya walaupun cara ini berbeda. Tara kangen sekali dengan Umi. Tapi Tara sedikit bingung, mengapa keinginan Tara untuk bertemu Umi waktu itu tidak umi kabulkan? Padahal Tara ingin sekali untuk sekadar menatap wajah dan memeluk erat Umi walaupun dalam mimpi. Umi, sudah 15 tahun lebih Tara berjuang sendiri tanpa Umi. Umi juga tahu bagaimana lemahnya seseorang tanpa hadirnya sosok ibu. Teman-teman berkata kalau Tara adalah orang yang kuat dan hebat. Padahal Tara adalah orang yang paling lemah dan sangat renta. Tara hanya tampak ceria di ...