Bye Banyuwangi
Alhamdulilah, keluarga
telah memberikan restunya. Akhirnya aku memang benar-benar harus kembali
merantau dari kota tercinta ini. Berat, tapi mungkin memang ini siklus hidup
yang harus aku jalani. Allah telah mengatur semuanya menjadi seperti ini.
Banyuwangi. Kau memang
tempat yang asyik untuk dihuni. Kau adalah daerah luar biasa yang saat ini
menjadi jujugan hampir semua daerah
di dalam negeri. Terima kasih atas kenangan yang telah kau berikan selama ini.
Terima kasih telah menjadi tempat bagi Tara kecil yang dulu harus berjuang
ekstra keras untuk mendapat sesuap nasi. Terima kasih atas keramahanmu dalam
merawatku. Aku tidak bisa merasakan secara langsung bagaimana perkembangan
pesatmu saat ini. Tapi percayalah, aku akan terus berjuang untuk selalu membawa
nama harummu ke daerah-daerah yang masih buta terhadapmu. Aku akan terus
mengenalkan budaya-budaya super menarik yang kita punya. Tenang Banyuwangi,
sesekali aku akan kembali untuk sekadar menyapamu dan bertemu dengan keluargaku
yang masih tersisa. Kamu tidak perlu menghawatirkan akan loyalitasku.
Bagaimanapun, semangatku untuk selalu cinta kepadamu akan terus membara.

Mbak, Mas, Anange, Mbak
Lis, Om Nur, Indah, Cahya, matur nuwun
sampun sabar kaleh Tara. Terima kasih untuk kalian semua yang telah menjadi
bagian hidup ini. Terima kasih sudah mau
ngemong Tara saat sejak pulang dari Ngawi. Kesederhanaan dari keluarga ini
akan selalu Tara jadikan senjata ampuh di mana saja Tara berada. Mohon maaf
atas keputusanku untuk meninggalkan kota ini. Percayalah. Aku pergi bukan untuk
kepentinganku sendiri. Setelah sukses nanti, aku akan membalas seluruh jasa
kalian yang telah melengkapi perjuanganku selama ini. Aku akan berusaha untuk
memantau keluarga besar ini dari sana. Aku akan berusaha melindungi kalian semua.
Aku janji. Terima kasih telah mengizinkanku untuk pergi lagi. Aku akan menetap
di sana. Suatu saat kalian akan aku ajak dan aku kenalkan kepada mereka yang
telah mau menjadi perantara Allah untukku.
Untuk kamu di sana,
terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk
bertemu dan melihat wajahmu. Sudah setahun lebih aku rutin membaca A gift darimu, sebuah kado spesial.
Sudah setahun lebih pula rasa bersalah ini selalu hinggap di diriku. Nggak tau, kenapa kok perasaan bersalah ini selalu tidak ingin pergi. Terlepas dari
itu semua, aku sangat berterima kasih atas keberanianmu nggeh. Sekarang, aku akan mengusir secara paksa perasaan bersalah
ini. Aku tidak akan menetap di kota kita lagi. Itu artinya, mungkin harapku
dulu semakin sulit untuk terlaksana. Lagi pula aku masih jauh untuk sekadar
memantaskan diri. Aku akan pergi meninggalkanmu seperti A Gift darimu. Bukan aku pesimis, tapi aku ingin semuanya kembali
seperti semula. Aku ingin kamu seperti biasa tanpa hadirnya sosok pengganggu
lagi sepertiku. Ah mungkin aku masih
terlalu PD mengatakan hal sekonyol ini. Aku telah yakin kalo kamu sudah semakin terbiasa dengan keadaan barumu. Aku sangat
percaya kalau kamu telah melupakan aku, seratus persen.
Jaga diri baik-baik.
Jadilah pribadi yang selalu membanggakan untuk orang-orang di sekitarmu.
Teruslah ajeg atas perubahan yang
sedang kau jalankan. Aku selalu menyukai prinsip kuat yang kamu miliki. Selalu
semangat untuk meraih bangga kedua orang tua dan adik-adikmu. Aku do’akan agar
KKNmu lancar, skripsimu jaya, lulus meraih cumlaude,
berprofesi sesuai keinginan, dan ntah kapan
waktunya, kamu disegerakan untuk mendapat pendamping hidup yang sempurna dan
sesuai harapan.
Ohya,
aku minta do’amu yes..:D
...............................................................................................................................................
Selamat datang kota
ramah, Ngawi. Semoga usahaku dan bos muda untuk mulai berkarir di tanahmu
membuahkan hasil. Bersiaplah dengan perubahan yang akan kami bawa, dua orang
sarjana multidisipliner yang akan menggemparkan wilayahmu..:)
Perlahan aku dan bos
muda akan mengembangkan SDM yang kau punya dengan cara yang kami miliki. Mohon
perkenankanlah orang asing yang terbuang ini untuk mengabdi sepenuh hati
padamu.


Komentar
Posting Komentar