Postingan

Berbicara tentang Sukses

SUKSES. Satu kata yang mempunyai multi makna. Topik tentang sukses adalah hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Bukan hanya menjelang ujian nasional atau pada masa lelang jabatan. Kawan. Pada kesempatan ini saya ingin sekali berbagi cerita tentang sukses. Tidak mungkin ada proses kalau tidak ada awal. Sama seperti kali ini. Sebelum membahas sukses menurut pandangan saya, sedikit akan saya tuliskan beberapa jawaban dari para kolega atas pertanyaan saya. Masih tanya tentang apa? Arahkan pandangan anda ke judul tulisan saya. Hobi saya masih tetap sama. Salah satunya adalah memasang lebar-lebar daun telinga untuk mendengarkan orang berbicara. Dalam suatu kesempatan, saya bertanya kepada beberapa orang mengenai definisi tentang sukses. Bukan dari buku-buku motivasi atau fiksi, tetapi sukses menurut definisi pribadi. Saya : bagiamana sih pandangan anda tentang sukses? Sukses bagi diri anda seperti apa? Orang A : sukses bagi saya adalah sukses dunia dan akhirat. (Ha? Gar...

Tentang Sugesti

Selama beberapa pekan ini saya memiliki kesempatan untuk membaca berbagai informasi penting yang masih tabu bagi hampir sebagian orang. Bukan politik tentunya. Ya, kalau berbicara masalah politik menurut saya sudah bukan lagi menjadi cemilan mahal bagi rakyat. Apalagi kalian tahu, jilid dua cicak versus buaya belum usai. Mungkin tinggal menunggu waktunya untuk Sang Cicak berubah menjadi komodo, sedangkan Sang Buaya akan berevolusi menjadi aligator Amerika. Bisa jadi. Amerika kan sedang giat-giatnya menunggangi bangsa yang belum bisa mandiri ini. Ntahlah sampai kapan jidat ini bertahan. Sudah semakin menipis rasanya kalau tiap hari ia harus menerima tepukan tangan saya. Lupakan sejenak masalah permainan anak-anak kecil tersebut. Anggap saja mereka kurang bahagia di masa kecilnya. Banyak sekali tulisan yang memuat tentang penemuan terbaru seputar kesehatan. Obat penyakit, hal sepele penyebab timbulnya penyakit, dan....Everything penyakit lah. Saya bukan mahasiswa kedokteran. Oleh ka...

CATATAN TADI PAGI

Pagi ini aku kembali melanjutan aktivitas. Mencuci. Sedikit ada yang berbeda dari biasanya. Headphone yang tertinggal di rumah membuatku kesepian saat mencuci seperti saat ini. Sebagai gantinya, mulutku lah yang harus menggantikan bait-bait lagu hardcore yang sering terputar dalam format mp3. Tapi tak sampai satu lagu selesai, di sebelahku ada teman yang datang mencuci juga. Bukan pakaian, melainkan peralatan makan. Teman dari luar pulau Jawa, tepatnya Flores. Lumayan dapat teman ngobrol. Sembari mencuci, aku menanyakan beberapa hal yang selama ini masih menjadi misteri dalam benakku. Memang, selama beberapa semester bersama dengan teman-teman lintas pulau ini aku jarang sekali berinteraksi dengan mereka. Bukan karena apatis, tetapi tumpukan kesibukan telah mengalihkan wajah kami untuk saling berbagi. Setiap hari kami hanya mendapat kesempatan untuk sekadar menyapa atau hanya berbagi senyum lintas budaya yang memiliki ciri. Percakapanpun kami mulai dengan bahasa nasional berlogat ...

Lega

Alhamdulillah.... Hanya kata syukur yang pantas aku ungkapkan padaNya.. Malam ini pengerjaan si Skripshit udah rampung... Ya meskipun aku masih menunggu kepastian apakah diterima penuh atau masih ada sedikit sentuhan revisi lagi. Tapi aku yakin, kalaupun revisi mungkin hanya di bagian awal atau lampiran. Inti lolos dan jadi trending topic di Jurusan (kata sahabatku)..:) Well...aku lagi malas berfikir buat nulis yang bermuatan berat, soalnya baru saja barang-barang berat itu tanggal.. Hari ini, besok, hingga awal pekan aku bisa tidur dengan tenang, makan dengan santai, dan tentunya melancong untuk menyegarkan otak yang terasa penuh ini. Sebelum sidang aku harus dalam keadaan bugar.. 3.5 tahun wajib lulus. Aku tidak ingin menyia-nyiakan harapan keluarga. Aku nggak ingin kecewain dosen yang udah ngomongin skripsiku di depan mereka. Aku nggak ingin kecewain..........Ah......dia tentunya sudah sangat kecewa. Tidak ada artinya seorang berengsek di matanya.. Hidup harus ja...

Nggak Bisa Beli ya Jangan Coret-coret!

Kebiasaan! Dulu (sekarang belum lenyap), kebiasaan coret-coret dilakukan pada media tembok, meja sekolah, seragam (waktu lulusan), bahkan pohon dan batu di tempat wisata juga nggak luput dari sasaran. Hari ini beda lagi. Pindah ke buku perpustakaan. Gila gak? Ternyata kejengkelanku waktu meminjam buku perpus yang dipenuhi mark  stabilo, dan coretan-coretan nggak penting terjawab hari ini. Sahabatku yang melakukannya. "Yat, jare arep nyilih buku sing tak silih teko perpus?" "Iyo, endi bukune?" "Iki, bener iki kan?" "Sek sek, iki mbok apakne? Kok enek tempelan kertas warna-warni? Kok mbok tandai gawe stabilo?" (sambil senyum-senyum ketakutan) "hehehe....Tak tandai sing tak butuhne, ben enak ngutipe" "Ya Allah mbak, ngene opo awakmu rumongso?" "Rumongso opo?" "Iki bukumu tah? Aku mangkel iki ndeloke. Kok iso-isone toe nandai buku perpus?" "Lha, masio pas mbalekne gak kiro diperikso ambek pe...

Tahan

Kawan... Malam ini aku telah memilih.. Memilih untuk mengerjakan lanjutan hasil revisi skripsiku daripada bergabung bersama teman dan kakak-kakak yang saat ini bermain PS 3 di depanku. Bagi seorang laki-laki, apalagi laki-laki muda (menurutku sendiri), hal ini sangat sulit dilakukan. Bayangkan saja. SKRIPSI. Tugas akhir yang selalu menguras isi kepala dan tenaga. SKRIPSI. Syarat yang menentukan lulus tidaknya studi di perantauan. SKRIPSI yang identik dengan kesulitan maha. SKRIPSI yang kadang dipelesetkan menjadi SKRIPSHIT karena kejenuhan. Mungkin laki-laki normal akan memilih PS 3 daripada berpusing ria dengan puluhan lembar ini. Tapi aku normal. Aku memilih untuk tidak memilih kenormalanku. Aku sungguh menggilai PS sejak usia SD. Aku maniak PS. Sampai sekarang pun aku masih menggilainya. Tapi ini berbicara pilihan. Pilihan berat yang mengantarkanku pada dilema yang teramat sangat. Tapi aku harus memilih, walaupun harus ada salah satu yang aku korbankan. Semua sama-sama...

Aku harus bagaimana?

Untuk kesekian kalinya mata ini sulit untuk terpejam. Bukan karena habis meneguk segelas kopi. Aku sendiri mencoba untuk berhenti mengkonsumsi kopi. Aku baru saja pulang mencari hiburan. Melihat pertunjukan akbar dan luar biasa kawan-kawan UKM Blero di Graha Cakrawala. Orkestra kentrung dan Operet bertajuk "Frozen" yang mereka bawakan telah berhasil menghipnotis seluruh pengunjung. Semua larut dalam suasana serius, romantis, tegang, hingga gelak tawa yang teramat sangat. Begitu juga aku. Disana aku merasakan beban dan kalut yang aku alami hilang sekejap. Aku tertawa terbahak-bahak. Tawaku larut menjadi satu dengan para penonton yang ikut tertawa melihat adegan Pandawa versi Majapahit tadi. Aku gila. Aku mencoba mengeluarkan seluruh tawa dari berbagai versi yang aku miliki. Dari versi Indonesia hingga Arab pun telah keluar dari mulut yang aku paksakan untuk melebar. 3 jam lebih aku berada di dome terbesar se-Malang Raya itu. Harapanku untuk menanggalkan beban fikiran te...