Tahan

Kawan...
Malam ini aku telah memilih..
Memilih untuk mengerjakan lanjutan hasil revisi skripsiku daripada bergabung bersama teman dan kakak-kakak yang saat ini bermain PS 3 di depanku.
Bagi seorang laki-laki, apalagi laki-laki muda (menurutku sendiri), hal ini sangat sulit dilakukan.
Bayangkan saja. SKRIPSI. Tugas akhir yang selalu menguras isi kepala dan tenaga.
SKRIPSI. Syarat yang menentukan lulus tidaknya studi di perantauan. SKRIPSI yang identik dengan kesulitan maha. SKRIPSI yang kadang dipelesetkan menjadi SKRIPSHIT karena kejenuhan.
Mungkin laki-laki normal akan memilih PS 3 daripada berpusing ria dengan puluhan lembar ini.
Tapi aku normal.
Aku memilih untuk tidak memilih kenormalanku.
Aku sungguh menggilai PS sejak usia SD.
Aku maniak PS.
Sampai sekarang pun aku masih menggilainya.
Tapi ini berbicara pilihan.
Pilihan berat yang mengantarkanku pada dilema yang teramat sangat.
Tapi aku harus memilih, walaupun harus ada salah satu yang aku korbankan. Semua sama-sama penting. PS adalah hoby, SKRIPSI adalah tuntutan profesi.

Tak apalah. Saat ini aku memilih SKRIPSI.
Toh aku masih bisa melihat mereka bermain sekarang, meskipun tidak ikut merasakan serunya mereka beradu stik dan taktik.
Aku harus lebih bersabar, karena ini pilihan.
Aku yakin, kalau SKRISI ini selesai, Aku bisa kembali dengan hoby yang selama ini aku rawat.
Sabar..sabar..sabar...
Tahan..tahan..tahan...

Setiap tindakan adalah pilihan. Semua beresiko. Semua bagaimana kita menyikapinya. Walaupun mungkin orang lain salah menangkapnya.
Tahan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILADNYA PANCASILA

Aku harus bagaimana?

Antara Sombong, Rendah Hati, Jujur, dan Munafik