Postingan

MENYIKAPI ILMU

Pada kesempatan ini, saya ingin menjawab pertanyaan seorang teman baru yang berasal dari Serang, Banten. Semoga kumpulan kalimat di dalamnya memberikan guna bagi diri saya dan kepada semua. Minimal bagi penanya. “Saya memiliki pandangan bahwa belajar ilmu itu cukup hanya ilmu agama, karena ilmu-ilmu lain seperti IPA, Matematika, tidaklah dimintai pertanggungjawaban kelak. Tetapi saya merasa bingung saat ini. Teman-teman saya lebih cepat menyerap pelajaran di pondok, terutama mengenai hal perhitungan dalam agama Islam. Selain belajar di pondok, mereka juga sekolah. Jujur, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang SMA karena pandangan saya yang demikian. Lalu bagaimanakah menurut mas?” “Sering sekali saya melihat bahwa orang yang memiliki pangkat tinggi merasa sombong dan merendahkan orang-orang di sekitar yang dianggap tidak sebanding dengan pengetahuannya. Apakah orang yang kaya ilmu selalu seperti itu?” “Kalau saya ingin kembali belajar ke sekolah, apakah saya ...

BELAJAR DARI SEBUTIR NASI

Tanpa terasa Ramadhan semakin cepat akan meninggalkan kita semua. Ingin protes rasanya. Bulan yang lama dinanti-nantikan, berlangsungnya begitu mengejutkan. Hari ini saya menuliskan tentang pengalaman berharga yang saya dapatkan kemarin. Kemarin sore, seperti biasa saya menuju ke Muhajirin untuk menanti berbuka (selama di Malang resmi berbuka tanpa bayar karena uang sekarat). Setelah berjamaah, para pengunjung selalu membentuk khalaqah yang terdiri masing-masing 6 orang. Ya, kebiasaan yang banyak memberi kesan dan benar-benar melatih kesabaran serta kesetiakawanan kita kepada orang-orang baru yang mungkin kelak akan menjadi kawan. Tidak seperti biasanya, kemarin saya berkelompok dengan kawan-kawan yang memiliki karisma agamis. Tidak masalah. Singkatnya, kami berkelompok melaksanakan kegiatan berbuka seperti biasanya, empat bungkus nasi untuk enam orang. Kira-kira sepuluh menit makan, empat orang keluar dari kelompok dan hanya menyisakan saya dengan seorang yang tak ...

MARHABAN YA RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan.. Selamat datang wahai bulan mulia, bulan penuh barokah, Bulan Suci Ramadhan. Guys, Ramadhan tiba. Alhamdulillah. Pasti kalian semua sedang dalam rasa gembira. Bayangkan, bulan istimewa yang sudah lama kita tunggu akhirnya datang juga kawan. Perlu dicatat, “Ramadhan adalah bulan penuh diskon dan hadiah!”. Tunggu dulu. Bukan diskon dan hadiah di pasar-pasar, toko-toko, dan mal-mal loh. Sudah tidak asing lagi jika bulan Ramadhan adalah bulan diskon, di mana dosa-dosa yang kita lakukan selama ini akan mendapatkan grasi dan potongan. Bahkan dahsyatnya, dosa-dosa kita bisa dilebur bersih seperti bayi yang baru lahir perocot guys. Ramadhan juga bulan hadiah. Kita akan selalu mendapat hadiah atas semua kebaikan yang kita lakukan di dalamnya, sekecil apapun! Dan luar biasanya, ganjaran yang kita peroleh selalu dilipatgandakan oleh Sang Maha Keren. Subhanallah sekali bukan? Guys. Sebagai hamba yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, saya pribadi d...

MASA DEPAN DANGDUT ACADEMY INDOSIAR

Selesai sudah perhelatan akbar kompetisi Dangdut Academy Indonesiar. Hajatan besar salah satu media televisi swasta di Indonesia tersebut berhasil menemukan dua finalis berkualitas tinggi, Evi dan Danang. Seperti kompetisi pada umumnya, nasib para kontestan harus ditentukan oleh banyak atau tidaknya hasil perolehan sms pendukung. Selain itu, para kontestan juga diberi ilmu dan pengalaman yang berharga melalui masukan-masukan yang sangat konstruktif dari para dewan juri kelas wahid kategori penyanyi dangdut di Indonesia. Sebelumnya, dalam tulisan ini saya memposisikan diri sebagai pihak netral meskipun saya berasal dari daerah salah satu finalis dangdut academy 2. Muncul persepsi lugu saya ketika kompetisi yang diharapkan dapat menghasilkan generasi-generasi gemilang penerus aliran musik asli Indonesia ini, harus ditentukan oleh perolehan sms. Konklusi pendek saya adalah, “siapa yang pendukungnya banyak, ia menang” atau “siapa yang kaya, itu yang akan menyabet tahta juara”....
Kini semakin lengkap rasa kehilangan yang harus saya terima. Setelah 15 tahun kehilangan orang tua, Tuhan kembali mencabut hidup orang-orang terpenting dalam hidup saya, Embah. Kini, rasanya sebagian nyawa telah tiada. Sekarang hari-hari yang saya jalani terasa kosong. Tidak ada lagi semangat untuk mewujudkan kesuksesan yang Mak’e (Almh.Mbah putri) harapkan saat hidup. Ntahlah untuk apalagi saya harus berjuang hingga detik ini. Dulu beliau yang selalu memacu semangat saya untuk selalu maju. Beliau mampu menjadi orang tua pengganti bagi saya. Beliau mampu memberi nyawa baru terhadap kehidupan saya. Sekarang.... Hampa. Saya ingin sesegera mungkin menjemput mereka di sana. Saya tidak berharap penuh lagi terhadap kehidupan di dunia ini. Tidak penting lagi rasanya saya berjuang untuk mengubah nasib. Mati..mati..mati.. Saya menginginkan itu segera. Allah...kabulkan doa saya.

Berbicara tentang Sukses

SUKSES. Satu kata yang mempunyai multi makna. Topik tentang sukses adalah hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Bukan hanya menjelang ujian nasional atau pada masa lelang jabatan. Kawan. Pada kesempatan ini saya ingin sekali berbagi cerita tentang sukses. Tidak mungkin ada proses kalau tidak ada awal. Sama seperti kali ini. Sebelum membahas sukses menurut pandangan saya, sedikit akan saya tuliskan beberapa jawaban dari para kolega atas pertanyaan saya. Masih tanya tentang apa? Arahkan pandangan anda ke judul tulisan saya. Hobi saya masih tetap sama. Salah satunya adalah memasang lebar-lebar daun telinga untuk mendengarkan orang berbicara. Dalam suatu kesempatan, saya bertanya kepada beberapa orang mengenai definisi tentang sukses. Bukan dari buku-buku motivasi atau fiksi, tetapi sukses menurut definisi pribadi. Saya : bagiamana sih pandangan anda tentang sukses? Sukses bagi diri anda seperti apa? Orang A : sukses bagi saya adalah sukses dunia dan akhirat. (Ha? Gar...

Tentang Sugesti

Selama beberapa pekan ini saya memiliki kesempatan untuk membaca berbagai informasi penting yang masih tabu bagi hampir sebagian orang. Bukan politik tentunya. Ya, kalau berbicara masalah politik menurut saya sudah bukan lagi menjadi cemilan mahal bagi rakyat. Apalagi kalian tahu, jilid dua cicak versus buaya belum usai. Mungkin tinggal menunggu waktunya untuk Sang Cicak berubah menjadi komodo, sedangkan Sang Buaya akan berevolusi menjadi aligator Amerika. Bisa jadi. Amerika kan sedang giat-giatnya menunggangi bangsa yang belum bisa mandiri ini. Ntahlah sampai kapan jidat ini bertahan. Sudah semakin menipis rasanya kalau tiap hari ia harus menerima tepukan tangan saya. Lupakan sejenak masalah permainan anak-anak kecil tersebut. Anggap saja mereka kurang bahagia di masa kecilnya. Banyak sekali tulisan yang memuat tentang penemuan terbaru seputar kesehatan. Obat penyakit, hal sepele penyebab timbulnya penyakit, dan....Everything penyakit lah. Saya bukan mahasiswa kedokteran. Oleh ka...